Selasa, 07 Juni 2011

Gonzales Isyaratkan Akan Tinggalkan Persib



Striker Cristian 'El Loco' Gonzales menyatakan kesiapannya bila harus meninggalkan Persib Bandung pada musim depan. Pemain berdarah Uruguay itu mengaku telah mendapat tawaran dari sejumlah klub yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL).

Namun, El Loco belum memberikan jawaban atas tawaran tersebut. Hanya saja, bila klub lain memberikan penawaran lebih baik, ia akan mempertimbangkannya.

"Saya belum bisa bicara banyak soal musim depan, prioritas utama saya tetap bertahan di Persib. Tapi, jika tidak ada perpanjangan kontrak, tentu saya harus mencari klub lain," terang Gonzales kepada wartawan, Selasa 7 Juni 2011.
Gonzales juga tidak ingin mendesak manajemen maung Bandung agar memperpanjang kontraknya yang habis pada akhir musim ini. Striker 35 tahun ini lebih suka menyerahkan masa depannya di klub kebanggaan bobotoh tersebut kepada manajemen.
"Saya belum bisa bicara klub mana saja yang sudah menyatakan minat. Saya masih memiliki kontrak dengan Persib dan harus menghormati kesepakatan tersebut sampai akhir musim ini," ujar Gonzales.

Dua laga terakhir menghadapi Persela Lamongan, Kamis 16 Juni, dan Deltras Sidoarjo, Minggu 19 Juni, diharapkan Gonzales jadi ajang pembuktian dirinya masih layak disodori perpanjangan kontrak.

"Saat ini saya hanya ingin fokus dulu ke dua pertandingan terakhir musim ini. Baru setelah itu saya bicara soal karier saya musim depan," tandas pemain yang resmi mengantongi status sebagai WNI sejak November 2010 lalu ini.

Kabar yang berkembang, El Loco pernah diajak sahabatnya Ronald Fagundez untuk membela Persisam Samarinda, musim depan. Namun, spekulasi soal kemana Gonzales akan berlabuh baru bisa dipastikan setelah Persib merampungkan seluruh laga musim ini.
Sejak bergabung di Persib pada Januari 2009 silam, pemain naturalisasi ini pernah menjadi oasis kebangkitan sepakbola Indonesia di ajang Piala AFF. Loyalitas El Loco kepada Indonesia ditunjukkan saat ia membawa panji Garuda di atas lapangan hijau.










• VIVAnews

Dua Jenis BMW Mewah Terbaru Masuk ke Indonesia



 
BMW Indonesia memboyong dua seri mobil BMW Convertible terbaru yakni 650i dan 640i. Kedua mobil tersebut baru dikeluarkan BMW pada Januari tahun ini saat perhelatan acara North America International Auto Show. Peluncuran di Indonesia ini bertepatan dengan perayaan 10 tahun BMW Group di Tanah Air.

BMW 650i Convertible mengusung mesin V8 berkapasitas 4,4 liter dengan High Precision Direct Injection dan turbocharging. Sedangkan BMW 640i Convertible dilengkapi teknologi BMW TwinPower Turbo serta sistem direct injection dengan valvetronic. Kedua mobil ini mampu mencapai kecepatan 100 km/jam dalam waktu kurang dari 6 detik.

Dari sisi desain, BMW Seri 6 Convertible, tampil dengan gaya sporty nan elegan. Terlihat dari eksterior mobil yang menampakan permainan garis desain dipadu dengan permukaan body yang berotot menjadi daya pikat semua mata yang memandangnya.
Gagah di luar lembut di dalam, kata tersebut cocok menggambarkan interior mobil yang memberikan kenyamanan pada pengemudi. Interior mobil dipadu dengan perpaduan warna, kecermatan lekuk serta keserasian tata letak kokpit mencerminkan kata elegan untuk mobil ini.

Apa yang membuat mobil ini berbeda dengan mobil lainnya? Central display yang terpisah dengan flatscreen dilengkapi dengan Parking Asistant. Layar monitor 10,2 inci terpisah dengan central display mencapai ruang penumpang serta Parking Asistant, sebuah fitur unik dari BMW ConnectedDrive, yang membantu pengemudi dalam melakukan manuver parkir pararel secara aman dan tepat.
Selain beberapa hal tersebut, konsep Driving Dynamics Control yang memungkinkan pemilihan setting berkendara, material ringan dan piranti keselamatan yang mumpuni serta kamera pemantau ke segala arah masih dipertahankan di kedua mobil ini.

Satu hal lagi kesamaan dari kedua mobil tersebut ialah dua-duanya dilengkapi dengan Brake Energy Regeneration.  Sistem ini bekerja dengan intelligent energy flow management yang memungkinkan terjadinya proses yang fokus pada pengisian listrik pada baterai mobil pada saat mobil meluncur atau rem dinjak. Dengan demikian terjadi pengurangan beban sehingga bahan bakar menjadi lebih irit.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
• VIVAnews

Astronot Jepang Tanam Timun di Luar Angkasa


Astronot Jepang, Satoshi Furukawa (NASA)

Mentimun, buah itu akhir-akhir ini populer -- dalam arti negatif. Sebab, mentimun dari Spanyol diduga menjadi dalang beredarnya bakteri mematikan, E. coli yang menewaskan 22 orang dan membuat sakit 2.200 lainnya.

Meski toh akhirnya kecambah atau tauge Jerman dijadikan tersangka baru, mentimun tetap bukan favorit. Namun, justru di tengah tudingan itu, astronot Jepang berencana memanen mentimun di Stasiun Antariksa Internasional, jauh di luar bumi di mana syarat kehidupan tumbuhan -- air dan sinar matahari nihil.

Astronot itu bernama Satoshi Furukawa. Ia diagendakan meluncur ke ruang angkasa Rabu mendatang, untuk bekerja selama setengah tahun di orbit bersama kosmonot Rusia, Sergei Volkov dan astronot NASA, Michael Fossum.

Soal rencana eksperimen 'bertani mentimun; yang dijadwalkan bulan depan, Furukawa mengatakan, itu bagian dari penelitian bagaimana penjelajah luar angkasa masa depan bisa memanen tanamannya sendiri. "Kami berharap bisa memakan hasil panen itu, sayang tak diperbolehkan," kata Furukawa yang seorang dokter, seperti dimuat AP.

Demi kesehatan dan  kepentingan misi, para astronot yang akan diluncurkan melalui pusat peluncuran Baikonur di Kazakhstan masih menjalani isolasi ketat, untuk menghindari infeksi. Bahkan saat konferensi pers, Furukawa, Fossum dan Volkov berlindung di balik kaca.

Tak mau kalah dengan Jepang, kosmonot, Volkov mengatakan di wilayah Rusia  di Ruang Angkasa Internasional akan ditanami tomat. Dengan bercanda ia berharap para astronot diberi izin untuk menyiapkan salad dari hasil panennya. "Tapi jujur, apa yang sungguh aku inginkan adalah kentang goreng," ujar dia tersenyum.

Namun, apapun hasil bertanam mentimun, Jepang masih memimpin dalam hal peningkatan kuliner di ruang angkasa. Bahkan, astronot Jepang, Soichi Noguchi, membuat sushi -- makanan khas Jepang -- saat berada di stasiun ruang angkasa tahun lalu.

Untuk diketahui, Fossum, Furukawa dan Volkov dijadwalkan kembali ke bumi pada pertengahan November.










• VIVAnews