Selasa, 07 Juni 2011

Dua Jenis BMW Mewah Terbaru Masuk ke Indonesia



 
BMW Indonesia memboyong dua seri mobil BMW Convertible terbaru yakni 650i dan 640i. Kedua mobil tersebut baru dikeluarkan BMW pada Januari tahun ini saat perhelatan acara North America International Auto Show. Peluncuran di Indonesia ini bertepatan dengan perayaan 10 tahun BMW Group di Tanah Air.

BMW 650i Convertible mengusung mesin V8 berkapasitas 4,4 liter dengan High Precision Direct Injection dan turbocharging. Sedangkan BMW 640i Convertible dilengkapi teknologi BMW TwinPower Turbo serta sistem direct injection dengan valvetronic. Kedua mobil ini mampu mencapai kecepatan 100 km/jam dalam waktu kurang dari 6 detik.

Dari sisi desain, BMW Seri 6 Convertible, tampil dengan gaya sporty nan elegan. Terlihat dari eksterior mobil yang menampakan permainan garis desain dipadu dengan permukaan body yang berotot menjadi daya pikat semua mata yang memandangnya.
Gagah di luar lembut di dalam, kata tersebut cocok menggambarkan interior mobil yang memberikan kenyamanan pada pengemudi. Interior mobil dipadu dengan perpaduan warna, kecermatan lekuk serta keserasian tata letak kokpit mencerminkan kata elegan untuk mobil ini.

Apa yang membuat mobil ini berbeda dengan mobil lainnya? Central display yang terpisah dengan flatscreen dilengkapi dengan Parking Asistant. Layar monitor 10,2 inci terpisah dengan central display mencapai ruang penumpang serta Parking Asistant, sebuah fitur unik dari BMW ConnectedDrive, yang membantu pengemudi dalam melakukan manuver parkir pararel secara aman dan tepat.
Selain beberapa hal tersebut, konsep Driving Dynamics Control yang memungkinkan pemilihan setting berkendara, material ringan dan piranti keselamatan yang mumpuni serta kamera pemantau ke segala arah masih dipertahankan di kedua mobil ini.

Satu hal lagi kesamaan dari kedua mobil tersebut ialah dua-duanya dilengkapi dengan Brake Energy Regeneration.  Sistem ini bekerja dengan intelligent energy flow management yang memungkinkan terjadinya proses yang fokus pada pengisian listrik pada baterai mobil pada saat mobil meluncur atau rem dinjak. Dengan demikian terjadi pengurangan beban sehingga bahan bakar menjadi lebih irit.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
• VIVAnews

Astronot Jepang Tanam Timun di Luar Angkasa


Astronot Jepang, Satoshi Furukawa (NASA)

Mentimun, buah itu akhir-akhir ini populer -- dalam arti negatif. Sebab, mentimun dari Spanyol diduga menjadi dalang beredarnya bakteri mematikan, E. coli yang menewaskan 22 orang dan membuat sakit 2.200 lainnya.

Meski toh akhirnya kecambah atau tauge Jerman dijadikan tersangka baru, mentimun tetap bukan favorit. Namun, justru di tengah tudingan itu, astronot Jepang berencana memanen mentimun di Stasiun Antariksa Internasional, jauh di luar bumi di mana syarat kehidupan tumbuhan -- air dan sinar matahari nihil.

Astronot itu bernama Satoshi Furukawa. Ia diagendakan meluncur ke ruang angkasa Rabu mendatang, untuk bekerja selama setengah tahun di orbit bersama kosmonot Rusia, Sergei Volkov dan astronot NASA, Michael Fossum.

Soal rencana eksperimen 'bertani mentimun; yang dijadwalkan bulan depan, Furukawa mengatakan, itu bagian dari penelitian bagaimana penjelajah luar angkasa masa depan bisa memanen tanamannya sendiri. "Kami berharap bisa memakan hasil panen itu, sayang tak diperbolehkan," kata Furukawa yang seorang dokter, seperti dimuat AP.

Demi kesehatan dan  kepentingan misi, para astronot yang akan diluncurkan melalui pusat peluncuran Baikonur di Kazakhstan masih menjalani isolasi ketat, untuk menghindari infeksi. Bahkan saat konferensi pers, Furukawa, Fossum dan Volkov berlindung di balik kaca.

Tak mau kalah dengan Jepang, kosmonot, Volkov mengatakan di wilayah Rusia  di Ruang Angkasa Internasional akan ditanami tomat. Dengan bercanda ia berharap para astronot diberi izin untuk menyiapkan salad dari hasil panennya. "Tapi jujur, apa yang sungguh aku inginkan adalah kentang goreng," ujar dia tersenyum.

Namun, apapun hasil bertanam mentimun, Jepang masih memimpin dalam hal peningkatan kuliner di ruang angkasa. Bahkan, astronot Jepang, Soichi Noguchi, membuat sushi -- makanan khas Jepang -- saat berada di stasiun ruang angkasa tahun lalu.

Untuk diketahui, Fossum, Furukawa dan Volkov dijadwalkan kembali ke bumi pada pertengahan November.










• VIVAnews

Alasan Mengapa Ponsel Lokal Utamakan Daya Tahan


PT Sinar Jaya Sukses Mandiri, produsen merek ponsel lokal dengan brand HT Mobile, menghadirkan 4 model ponsel terbarunya. Keempat ponsel tersebut adalah seri X10, X5, A25 dan HT 21.

Yang menarik, dua di antaranya yakni X10 dan X5 merupakan produk lini baru yakni X series, yang merupakan lini produk di kategori ekstrim. Meski layar yang digunakan tidaklah anti gores, kedua ponsel menggunakan ruggedized case yang membuat ponsel tersebut menjadi lebih tahan terhadap benturan dan tekanan.

“Ponsel merupakan alat komunikasi yang tidak didesain untuk mendapatkan perlakuan yang kasar. Namun demikian, kami ingin membuatnya lebih mampu bertahan terhadap guncangan,” kata Nuramin, General Manager HT Mobile, saat mengungkapkan empat ponsel terbarunya di Jakarta, 1 Juni 2011.

Nuramin mengklaim, seri X10 sendiri merupakan ponsel Qwerty pertama dengan casing berbahan karet yang hadir di pasaran. “Ini sekaligus membuktikan bahwa anggapan ponsel lokal yang diproduksi di China tidak memiliki daya tahan yang bagus tidaklah benar,” ucapnya.

Nuramin juga tidak khawatir bila ponsel besutannya menjadi lebih tahan lama akan mempengaruhi kinerja penjualan produk-produknya. Menurut Nuramin, menanamkan pemahaman bahwa ponsel lokal memiliki kualitas yang baik jauh lebih penting.

Selain itu, Nuramin menyebutkan, image daya tahan yang baik ini juga sangat penting bagi HT Mobile sebagai tahapan untuk berinovasi menghadirkan produk yang lebih baik.

“Tahapan yang kami lakukan sama seperti ketika produk-produk teknologi jepang berevolusi dari dulunya merupakan produk yang murah dan berkualitas buruk menjadi produk yang sangat berkualitas seperti saat ini,” kata Nuramin. “Jika nantinya HT Mobile menghadirkan produk smartphone, maka kami sudah siap,” ucapnya.











• VIVAnews