Selasa, 07 Juni 2011

Awas ! Ponsel Bisa Picu Tubuh Membungkuk


Ponsel pintar bisa membuat Anda berjam-jam menundukkan kepala dan fokus mengutak-atiknya. Termasuk juga laptop dan teknologi lain. Tahukah Anda kalau kebiasaan ini bisa membuat tubuh menjadi bungku?

Menurut Kirsten Lord, kepala Edinburgh Physiotherapy Centre, Inggris dan seorang fisioterapis, teknologi bisa meningkatkan risiko terjadinya bungkuk. Hal ini karena tubuh akan beradaptasi dengan kebiasaan seseorang.

"Jika Anda terus menerus melihat ke bawah, bisa memicu lengkungan di area sekitar tulang belakang. Bahu akan ke depan dan menjadi lebih bulat. Saat berdiri dan memanjangkan leher dengan melihat ke depan, mungkin terasa abnormal. Otot-otot pun jadi lebih pendek karena kurang digunakan," kata Lord, seperti dikutip dari Daily Mail.

Ia juga mengungkap, sebagai fisioterapis, sering kali mendengar keluhan seputar nyeri pada punggung bawah. Tetapi selama lima tahun terakhir, keluhan yang juga banyak diungkapkan pasiennya adalah rasa nyeri dan pegal pada leher.

Lord secara yakin mengungkapkan hal ini karena penggunaan teknologi. Sebelumnya telah diketahui kalau penggunaan komputer bisa berpengaruh buruk pada postur tubuh.

"Duduk di depan layar komputer selama berjam-jam mengencangkan tulang belakang bagian tengah. Ini berarti, fleksibilitas yang lebih sedikit dan menimbulkan ketegangan yang berbahaya secara terus-menerus," kata Lord

Selain itu, ada tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang. Ketegangan dan kekakuan di area  ini membuat seseorang lebih sulit untuk mengambil napas secara dalam. Jadi, penggunaan teknologi secara terus- menerus bukan hanya meningkatkan paparan radiasi, memicu mata lelah, tetapi juga bisa membuat tubuh bungkuk dan sulit bernapas.

"Tidak mungkin untuk menganjurkan orang untuk berhenti menggunakan teknologi. Tetapi, cobalah untuk menggunakannya dalam posisi yang baik dan benar. Sediakan waktu untuk istirahat agar tubuh dan otot bisa bekerja secara normal," kata Lord.

Ia menyarankan untuk secara teratur melihat ke depan dengan mengangkat kepala. Termasuk melengkungkan tubuh ke belakang, setelah Anda duduk di depan komputer seharian.











• VIVAnews

Enam Fakta Seputar Sakit Kepala


Anda merasa sakit kepala yang muncul disebabkan gangguan sinus? Jangan sampai salah pengertian. Faktanya, menurut penelitian, gangguan sinus tidak mengakibatkan sakit kepala.

Jika Anda sering mengalami sakit kepala, wajib mengetahui enam fakta yang dilansir dari Shine berikut. Tentunya, agar Anda bisa mencari solusi tepat untuk mengatasinya

1. Sebagian penderita migrain tak menyadarinya

Sebanyak 50 persen penderita migrain tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan. Tipe sakit kepala ini menyebabkan rasa nyeri pada salah satu sisi kepala, disertai dengan mual dan sensitivitas  terhadap cahaya.

Namun, bisa juga Anda tak mengalami semua gejala tersebut. "Banyak orang keliru bahwa mereka hanya mengalami ketegangan di daerah kepala," ujar Jason Rosenberg, MD, direktur Johns Hopkins Headache Center.

Jason menganjurkan untuk menemui dokter, jika sakit kepala yang  diderita mengakibatkan Anda tak dapat bekerja. Anda mungkin memerlukan obat resep sekelas Triptan. Jika mengalami migrain kronis, Anda memerlukan obat pencegah setiap hari untuk menangkal serangan.

2. Tidak ada sakit kepala akibat sinus

Lebih dari 90 persen orang berpikir bahwa mereka mengalami sakit kepala akibat sinus dan merasakan migrain. Banyak juga yang beranggapan hanya mengalami ketegangan di daerah kepala.
Sakit kepala migrain memang sering terletak di atas area sinus. Karena itulah, banyak orang yang keliru dan menganggap hal tersebut adalah sakit akibat sinus.

"Jika Anda sembuh setelah melakukan pengobatan untuk sinus, itu karena obat mengandung pereda nyeri. Untuk jangka panjang Anda memerlukan pengobatan migrain yang spesifik," ujar Brian Grosberg, MD, direktur Montefiore Headache Center di New York.

3. Makanan bisa jadi penyebab sakit kepala

Banyak makanan dengan bahan kimia yang dapat memicu migrain dan sakit kepala. Makanan-makanan yang harus dihindari adalah makanan yang banyak menggunakan monosodium glutamat (MSG).
Termasuk makanan bebas gula dengan pemanis buatan seperti aspartam atau sucralose. Jika Anda mudah mengalami sakit kepala, hindari Tyramine, senyawa alami yang terkandung dalam jeruk, pisang, alpukat,  daging olahan, keju, bawang dan kacang.

4. Perokok mengalami sakit kepala yang berbahaya

Perokok memiliki risiko tinggi mengalami jenis sakit kepala yang jarang ditemukan, tapi mengancam kesehatan. Hanya ada satu dari 1.000 orang yang mengalami 'rangkaian sakit kepala'.

Namun, hal ini cenderung terjadi pada perokok. Gejalanya meliputi sakit kepala parah pada salah satu sisi kepala dan merasa gelisah atau marah. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan ke dokter karena sakit kepala jenis ini dapat membahayakan Anda dan orang lain.

5. Pembengkakan pembuluh darah di otak

Jika sakit kepala parah datang dengan sangat tiba-tiba, yang disebut para ahli kondisi thunderclap, serta merasa kehabisan energi, atau bahkan terbangun dari tidur, segera periksa ke dokter.
Karena, gejala-gejala ini dapat mengarah pada kondisi gangguan kesehatan berbahaya yang disebut dengan aneurisma. Yaitu kondisi di mana pembuluh darah pada otak membengkak seperti balon.

6. Botoks dapat mengobati migrain
Meskipun botoks dikenal sebagai pengobatan kecantikan, tetapi juga bisa mengatasi migrain. Hal ini pun telah terbukti secara ilmiah dan mulai banyak digunakan.

"Spesialis sakit kepala telah berhasil menggunakannya (botoks) untuk mengobati sakit migrain dan melemahkan migrain selama lebih dari sepuluh tahun," ujar Peter McAllister, MD, asisten profesor neurologi klinis di Yale University School of Medicine.

Para ahli percaya botoks dapat menghalangi sinyal saraf yang menyebabkan rasa sakit. Setiap kunjungan pengobatan, pasien akan mendapatkan 31 suntikan di tujuh area berbeda di sekitar kepala dan leher. Namun, jangan berharap suntikan akan menghilangkan kerutan wajah karena suntikan diberikan di daerah yang berbeda, dengan botoks untuk perawatan kecantikan.










• VIVAnews

Gonzales Isyaratkan Akan Tinggalkan Persib



Striker Cristian 'El Loco' Gonzales menyatakan kesiapannya bila harus meninggalkan Persib Bandung pada musim depan. Pemain berdarah Uruguay itu mengaku telah mendapat tawaran dari sejumlah klub yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL).

Namun, El Loco belum memberikan jawaban atas tawaran tersebut. Hanya saja, bila klub lain memberikan penawaran lebih baik, ia akan mempertimbangkannya.

"Saya belum bisa bicara banyak soal musim depan, prioritas utama saya tetap bertahan di Persib. Tapi, jika tidak ada perpanjangan kontrak, tentu saya harus mencari klub lain," terang Gonzales kepada wartawan, Selasa 7 Juni 2011.
Gonzales juga tidak ingin mendesak manajemen maung Bandung agar memperpanjang kontraknya yang habis pada akhir musim ini. Striker 35 tahun ini lebih suka menyerahkan masa depannya di klub kebanggaan bobotoh tersebut kepada manajemen.
"Saya belum bisa bicara klub mana saja yang sudah menyatakan minat. Saya masih memiliki kontrak dengan Persib dan harus menghormati kesepakatan tersebut sampai akhir musim ini," ujar Gonzales.

Dua laga terakhir menghadapi Persela Lamongan, Kamis 16 Juni, dan Deltras Sidoarjo, Minggu 19 Juni, diharapkan Gonzales jadi ajang pembuktian dirinya masih layak disodori perpanjangan kontrak.

"Saat ini saya hanya ingin fokus dulu ke dua pertandingan terakhir musim ini. Baru setelah itu saya bicara soal karier saya musim depan," tandas pemain yang resmi mengantongi status sebagai WNI sejak November 2010 lalu ini.

Kabar yang berkembang, El Loco pernah diajak sahabatnya Ronald Fagundez untuk membela Persisam Samarinda, musim depan. Namun, spekulasi soal kemana Gonzales akan berlabuh baru bisa dipastikan setelah Persib merampungkan seluruh laga musim ini.
Sejak bergabung di Persib pada Januari 2009 silam, pemain naturalisasi ini pernah menjadi oasis kebangkitan sepakbola Indonesia di ajang Piala AFF. Loyalitas El Loco kepada Indonesia ditunjukkan saat ia membawa panji Garuda di atas lapangan hijau.










• VIVAnews